<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments for Masjidku Hatiku</title>
	<link>http://imam.blogdetik.com</link>
	<description>Blog Imam Suhadi</description>
	<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 01:50:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
		<item>
		<title>Comment on Kekeringan Ruhiyah by winni</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/05/kekeringan-ruhiyah/#comment-42</link>
		<dc:creator>winni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 10:49:24 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/05/kekeringan-ruhiyah/#comment-42</guid>
		<description>Dear ALL,

Saya ingin bertanya tentang syarat rujuk untuk talak 1.
Sebenarnya, suami tidak bicara langsung menjatuhkan talak hanya memberikan kertas serahkan istri oleh orang tua suami ke kel istri yang ditandatangani oleh pamannya.
Apakah ini syah menurut agama?
Bagaimana cara rujuk kembali?
Karena sebenarnya kami saling mencintai, hanya dari keluarga saya yang terus menerus memfitnah suami saya yang akhirnya suami berbuat demikian.

Tolong nasehatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear ALL,</p>
<p>Saya ingin bertanya tentang syarat rujuk untuk talak 1.<br />
Sebenarnya, suami tidak bicara langsung menjatuhkan talak hanya memberikan kertas serahkan istri oleh orang tua suami ke kel istri yang ditandatangani oleh pamannya.<br />
Apakah ini syah menurut agama?<br />
Bagaimana cara rujuk kembali?<br />
Karena sebenarnya kami saling mencintai, hanya dari keluarga saya yang terus menerus memfitnah suami saya yang akhirnya suami berbuat demikian.</p>
<p>Tolong nasehatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Berdoa dengan Pengorbanan by Nancy</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/08/berdoalah-pasti-aku-kabulkan/#comment-41</link>
		<dc:creator>Nancy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 07:57:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/08/berdoalah-pasti-aku-kabulkan/#comment-41</guid>
		<description>Ass. wr.wb
Ap kbar Mas Imam ?? msh ingat ga ya sma nancy...hmmm, ikutan BQ dlu d'primagama...
mas dr uraian...diatas mo nanya klo b'sedekah krn ad ssuatu yg diingini bukannya niatan sedekahnya g murni lgi ya... trus klo qt mnghdapi suatu ujian dan qt sngt mnghrapkan doa qt d'ijabah...,ap itu slah ya ??? Trimkash atas jwabannya... slam bwt keluarga....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass. wr.wb<br />
Ap kbar Mas Imam ?? msh ingat ga ya sma nancy&#8230;hmmm, ikutan BQ dlu d&#8217;primagama&#8230;<br />
mas dr uraian&#8230;diatas mo nanya klo b&#8217;sedekah krn ad ssuatu yg diingini bukannya niatan sedekahnya g murni lgi ya&#8230; trus klo qt mnghdapi suatu ujian dan qt sngt mnghrapkan doa qt d&#8217;ijabah&#8230;,ap itu slah ya ??? Trimkash atas jwabannya&#8230; slam bwt keluarga&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membangun Jiwa Anak dengan Dongeng by Imam</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-40</link>
		<dc:creator>Imam</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 15:20:38 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-40</guid>
		<description>Waalaikumussalam
Mas Rozy salam kenal pula dari saya. Semoga kita dapat belajar bersama-sama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waalaikumussalam<br />
Mas Rozy salam kenal pula dari saya. Semoga kita dapat belajar bersama-sama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membangun Jiwa Anak dengan Dongeng by Imam</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-39</link>
		<dc:creator>Imam</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 15:19:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-39</guid>
		<description>Waalaikumussalam wr. wb
Bu Berlian, boleh komennya dikirim. Pasti bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waalaikumussalam wr. wb<br />
Bu Berlian, boleh komennya dikirim. Pasti bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kenapa Al-Quran Susah? by Imam</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2007/03/29/17/#comment-38</link>
		<dc:creator>Imam</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 15:18:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2007/03/29/17/#comment-38</guid>
		<description>Waalaikumussalam wr. wb
Apa khabar Bu Berlian? Semoga baik-baik dan sehat-sehat.

Uang yang ibu masukkan ke dalam kencleng tentu saja tidak akan sampai kepada tante ibu. Demikian pula dengan puasa, haji, dsb.

Yang sampai kepada Tante adalah rahmat atau pertolongan Allah disebabkan oleh karena doa atau amal yang kita lakukan untuknya. Itupun apabila doa dan amal yang kita lakukan tulus ikhlas.

Demikian Bu, semoga tidak membingungkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waalaikumussalam wr. wb<br />
Apa khabar Bu Berlian? Semoga baik-baik dan sehat-sehat.</p>
<p>Uang yang ibu masukkan ke dalam kencleng tentu saja tidak akan sampai kepada tante ibu. Demikian pula dengan puasa, haji, dsb.</p>
<p>Yang sampai kepada Tante adalah rahmat atau pertolongan Allah disebabkan oleh karena doa atau amal yang kita lakukan untuknya. Itupun apabila doa dan amal yang kita lakukan tulus ikhlas.</p>
<p>Demikian Bu, semoga tidak membingungkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membangun Jiwa Anak dengan Dongeng by Rozy</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-37</link>
		<dc:creator>Rozy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 02:38:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-37</guid>
		<description>Assalamu'alaikum,

Semoga saya bisa belajar banyak dari Pak Imam mengenai cara menanamkan nilai2 yg baik pada anak.

Salam silaturrahim dari saya di Batam.

Wassalamu'alaikum,

Rozy</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,</p>
<p>Semoga saya bisa belajar banyak dari Pak Imam mengenai cara menanamkan nilai2 yg baik pada anak.</p>
<p>Salam silaturrahim dari saya di Batam.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum,</p>
<p>Rozy</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kenapa Al-Quran Susah? by barlian</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2007/03/29/17/#comment-36</link>
		<dc:creator>barlian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 03:05:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2007/03/29/17/#comment-36</guid>
		<description>Assalamu Alaikum Wr Wb. 
Mas Iman membaca tulisan tentang Beramal untuk orang lain, saya jadi ingin mendapatkan pencerahan lebih lanjut, pasalnya  sekitar 1-2 tahun lalu, saudara ibu saya meninggal, waktu itu saya mendapatkan buku resep masakan beliau, eh ternyata didalamnya ada amplop yang berisi uang, nah uang itu saya masukkan kemesjid dengan niat untuk sadaqah tante saya tsb. malamnya saya bermimpi bertemu tante saya itu, saya bertanya apakah uang yang saya kirimkan diterima oleh tante saya, dan dijawabnya bahwa saya tak menerima apapun, karena disana maksudnya (di akhirat)kita sudah tidak bisa lagi menerima apapun jadi bila engkau ingin barang, bekal maka kamu kirim dari sekarang, sedekah dari sekarang semasa masih hidup, ntar disimpankan di sana. jadi. bukan nanti dikirimkan. itu jawabannya dan sayapun terbangun. saya merasakan bukan juga tidur pulas jadi antara tidur dan terjaga waktu saya mengalami pertemuan itu. mohon pencerahannya agar aku jadi nggak bingung nih. soalnya saat ini saya  percaya dan yakin dengan yang saya alami dalam mimpi tsb. 
wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu Alaikum Wr Wb.<br />
Mas Iman membaca tulisan tentang Beramal untuk orang lain, saya jadi ingin mendapatkan pencerahan lebih lanjut, pasalnya  sekitar 1-2 tahun lalu, saudara ibu saya meninggal, waktu itu saya mendapatkan buku resep masakan beliau, eh ternyata didalamnya ada amplop yang berisi uang, nah uang itu saya masukkan kemesjid dengan niat untuk sadaqah tante saya tsb. malamnya saya bermimpi bertemu tante saya itu, saya bertanya apakah uang yang saya kirimkan diterima oleh tante saya, dan dijawabnya bahwa saya tak menerima apapun, karena disana maksudnya (di akhirat)kita sudah tidak bisa lagi menerima apapun jadi bila engkau ingin barang, bekal maka kamu kirim dari sekarang, sedekah dari sekarang semasa masih hidup, ntar disimpankan di sana. jadi. bukan nanti dikirimkan. itu jawabannya dan sayapun terbangun. saya merasakan bukan juga tidur pulas jadi antara tidur dan terjaga waktu saya mengalami pertemuan itu. mohon pencerahannya agar aku jadi nggak bingung nih. soalnya saat ini saya  percaya dan yakin dengan yang saya alami dalam mimpi tsb.<br />
wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membangun Jiwa Anak dengan Dongeng by barlian</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-35</link>
		<dc:creator>barlian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 02:45:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-35</guid>
		<description>Assalamu Alaikum Wr.Wb. 
Mas Imam jumpa lagi, Alhamdulillah saya sudah bisa berinternet lagi, bisa baca tulisan2 mas imam lagi. membaca tentang dongeng saya ingat masa kecil saya dulu paling suka dengan dongeng, dari melalui lisan sampai membaca komik HC Andersen dilahap habis dan ada beberapa dongeng yang berkesan bagi saya, yang terkadang ada satu saat terjadi terpikir wah jangan-jangan saya jadi kayak dlm cerita dongeng itu. saya pingin membagi cerita itu tapi ntar kepanjangan comentnya. 
wassalam 
Ibu Lian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu Alaikum Wr.Wb.<br />
Mas Imam jumpa lagi, Alhamdulillah saya sudah bisa berinternet lagi, bisa baca tulisan2 mas imam lagi. membaca tentang dongeng saya ingat masa kecil saya dulu paling suka dengan dongeng, dari melalui lisan sampai membaca komik HC Andersen dilahap habis dan ada beberapa dongeng yang berkesan bagi saya, yang terkadang ada satu saat terjadi terpikir wah jangan-jangan saya jadi kayak dlm cerita dongeng itu. saya pingin membagi cerita itu tapi ntar kepanjangan comentnya.<br />
wassalam<br />
Ibu Lian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hallo Makassar! by yoedha</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/09/hallo-makassar/#comment-34</link>
		<dc:creator>yoedha</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 07:28:36 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/09/hallo-makassar/#comment-34</guid>
		<description>hehehe saya ingat waktu di makasar di tolak masuk bq....hisk..hiks..sedihnya btw saya bersyukur kenal mas imam yang memperkenalkan jalan pertaubatan salam buat keluarga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe saya ingat waktu di makasar di tolak masuk bq&#8230;.hisk..hiks..sedihnya btw saya bersyukur kenal mas imam yang memperkenalkan jalan pertaubatan salam buat keluarga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kekeringan Ruhiyah by yoedha</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/05/kekeringan-ruhiyah/#comment-33</link>
		<dc:creator>yoedha</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 07:21:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/05/kekeringan-ruhiyah/#comment-33</guid>
		<description>salam rindu....saya juga skarang lagi kering..kerontang semoga gak patah arang..maaf waktu mba yeni ada di mks saya lagi dapat tugas keluar daerah....semoga urusan mba yeni di mudahkan oleh allah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam rindu&#8230;.saya juga skarang lagi kering..kerontang semoga gak patah arang..maaf waktu mba yeni ada di mks saya lagi dapat tugas keluar daerah&#8230;.semoga urusan mba yeni di mudahkan oleh allah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Usahakan Jangan Bercerai! by reggy</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/11/usahakan-jangan-bercerai/#comment-32</link>
		<dc:creator>reggy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 11:23:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/11/usahakan-jangan-bercerai/#comment-32</guid>
		<description>Trmksh atas penegasannya mas Imam. Di awal paragraph sudah saya nyatakan dlm konteks yg mas Imam utarakan, judul yg digunakan sangatlah tepat. Hanya mencoba menambahkan sedikit pandangan, semoga bisa menambah bahan :-))

BTW, mohon pendapat dan pandangannya. Seorang sahabat memilih bertahan dalam pernikahannya yg tdk sehat (?) jujur dia mengaku bahwa tdk ada rasa cinta dan dia memilih menikah hanya karena 4 a 5 adiknya sdh antri. Dgn alasan tsb, dia memutuskan menikah dan pd hari pernikahannya dia berjanji pada Tuhan YME bahwa dia menerima laki2 tsb sbg anugrah dariNYA. Dlm perjalanannya ternyata banyak kesulitan yg dia hadapi dgn pernikahan tsb tapi dia memilih bertahan. Yg bikin saya agak kaget adalah,dia benar2 mati rasa. Dia bilang : Yg penting hub saya dengan ALLAH. Suaminya mau ngapain, dia tdk mau pusing. Anak2nya survive dgn sekolahnya namun 2 dari 3 anaknya mengalami traumatis dgn keadaan kedua orang tuanya tsb. Fenomena apa sebenarnya ini mas Imam dan pelajaran apa yg harus kita petik dari kisah ini?
trmksh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Trmksh atas penegasannya mas Imam. Di awal paragraph sudah saya nyatakan dlm konteks yg mas Imam utarakan, judul yg digunakan sangatlah tepat. Hanya mencoba menambahkan sedikit pandangan, semoga bisa menambah bahan :-))</p>
<p>BTW, mohon pendapat dan pandangannya. Seorang sahabat memilih bertahan dalam pernikahannya yg tdk sehat (?) jujur dia mengaku bahwa tdk ada rasa cinta dan dia memilih menikah hanya karena 4 a 5 adiknya sdh antri. Dgn alasan tsb, dia memutuskan menikah dan pd hari pernikahannya dia berjanji pada Tuhan YME bahwa dia menerima laki2 tsb sbg anugrah dariNYA. Dlm perjalanannya ternyata banyak kesulitan yg dia hadapi dgn pernikahan tsb tapi dia memilih bertahan. Yg bikin saya agak kaget adalah,dia benar2 mati rasa. Dia bilang : Yg penting hub saya dengan ALLAH. Suaminya mau ngapain, dia tdk mau pusing. Anak2nya survive dgn sekolahnya namun 2 dari 3 anaknya mengalami traumatis dgn keadaan kedua orang tuanya tsb. Fenomena apa sebenarnya ini mas Imam dan pelajaran apa yg harus kita petik dari kisah ini?<br />
trmksh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Usahakan Jangan Bercerai! by Imam Suhadi</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/11/usahakan-jangan-bercerai/#comment-31</link>
		<dc:creator>Imam Suhadi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 06:33:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/11/usahakan-jangan-bercerai/#comment-31</guid>
		<description>Salam Bu Reggy.

Sebenarnya penekanan saya bukan pada 'persoalannya' apa. Saya sepakat bahwa dalam beberapa kasus cerai adalah jalan keluar agar hidup lebih mendekat pada taqwa. 

Namun penekanan saya lebih pada 'upaya maksimal'. Dimana sebaiknya ketika memutuskan 'cerai atau tidak' kita mesti beruapay maksimal untuk mengurai masalah. Adanya masa iddah, adanya term talak 1, 2 dan 3 dalam Islam (tidak langsung talak 3), adalah pagar syariat untuk usaha maksimal tersebut.

Setelah melakukan usaha maksimal, maka barulah kita dapat memutuskan apakah perceraian perlu diambil atau tidak Bu. 

Berkait dengan usaha maksimal inilah saya menyadari tentang hadits Rasulullah Saw: "Perceraian adalah hal yang halal yang tidak disukai oleh Allah".

Demikian Bu Reggy...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Bu Reggy.</p>
<p>Sebenarnya penekanan saya bukan pada &#8216;persoalannya&#8217; apa. Saya sepakat bahwa dalam beberapa kasus cerai adalah jalan keluar agar hidup lebih mendekat pada taqwa. </p>
<p>Namun penekanan saya lebih pada &#8216;upaya maksimal&#8217;. Dimana sebaiknya ketika memutuskan &#8216;cerai atau tidak&#8217; kita mesti beruapay maksimal untuk mengurai masalah. Adanya masa iddah, adanya term talak 1, 2 dan 3 dalam Islam (tidak langsung talak 3), adalah pagar syariat untuk usaha maksimal tersebut.</p>
<p>Setelah melakukan usaha maksimal, maka barulah kita dapat memutuskan apakah perceraian perlu diambil atau tidak Bu. </p>
<p>Berkait dengan usaha maksimal inilah saya menyadari tentang hadits Rasulullah Saw: &#8220;Perceraian adalah hal yang halal yang tidak disukai oleh Allah&#8221;.</p>
<p>Demikian Bu Reggy&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Usahakan Jangan Bercerai! by reggy</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/11/usahakan-jangan-bercerai/#comment-30</link>
		<dc:creator>reggy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 05:12:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/11/usahakan-jangan-bercerai/#comment-30</guid>
		<description>Salaaam mas Imam,

Dalam konteks kisah yang mas Imam sampaikan, rasanya judul "jangan sampai bercerai" sangatlah tepat.

Namun mas imam, ada banyak kisah dan sebab dimana "kadang" cerai adalah yang terbaik. Terutama bila ditinjau dari aspek psikologis dari yang akan melakoninya (pasangan tersebut) serta anak2 mereka (kalau sudah ada)

Belum lagi bila ditambah dengan sedikit pengetahuan tentang "ketetapan dan takdir" bahwa pasangan tersebut memang harus bercerai.

Maka, berpegang pada "people have to do what people need to do" menurut saya tidak selalu "cerai" harus dihindari.... karena semua "depends on" yang akan berbeda "people to people".</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salaaam mas Imam,</p>
<p>Dalam konteks kisah yang mas Imam sampaikan, rasanya judul &#8220;jangan sampai bercerai&#8221; sangatlah tepat.</p>
<p>Namun mas imam, ada banyak kisah dan sebab dimana &#8220;kadang&#8221; cerai adalah yang terbaik. Terutama bila ditinjau dari aspek psikologis dari yang akan melakoninya (pasangan tersebut) serta anak2 mereka (kalau sudah ada)</p>
<p>Belum lagi bila ditambah dengan sedikit pengetahuan tentang &#8220;ketetapan dan takdir&#8221; bahwa pasangan tersebut memang harus bercerai.</p>
<p>Maka, berpegang pada &#8220;people have to do what people need to do&#8221; menurut saya tidak selalu &#8220;cerai&#8221; harus dihindari&#8230;. karena semua &#8220;depends on&#8221; yang akan berbeda &#8220;people to people&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hallo Makassar! by imam</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/09/hallo-makassar/#comment-29</link>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 09:15:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/09/hallo-makassar/#comment-29</guid>
		<description>Waalaikumussalam Om Iqbal. Semoga suatu waktu saya bisa jalan-jalan ke Makassar lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waalaikumussalam Om Iqbal. Semoga suatu waktu saya bisa jalan-jalan ke Makassar lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membangun Jiwa Anak dengan Dongeng by imam</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-28</link>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 09:10:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-28</guid>
		<description>Salam kenal Maskun.

Dalam berdongen diawal harus kita beritahu kepada anak bahwa cerita kita ini dongeng atau kisah nyata. Jadi anak juga mulai belajar memahami mana yang kisah nyata dan mana yang bukan.

Kalau sejak awal dibertahu bahwa dongeng tersebut adalah fiktif, maka tentu ini bukanlah kebohongan.

Memang bagus sekiranya bisa mendongengi kisah yang benar-benar terjadi. Namun dari kisah nyata, seringkali kita kesulitan untuk mengembangkan ide, agar seluruh 'nilai-nilai' tersampaikan kepada anak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal Maskun.</p>
<p>Dalam berdongen diawal harus kita beritahu kepada anak bahwa cerita kita ini dongeng atau kisah nyata. Jadi anak juga mulai belajar memahami mana yang kisah nyata dan mana yang bukan.</p>
<p>Kalau sejak awal dibertahu bahwa dongeng tersebut adalah fiktif, maka tentu ini bukanlah kebohongan.</p>
<p>Memang bagus sekiranya bisa mendongengi kisah yang benar-benar terjadi. Namun dari kisah nyata, seringkali kita kesulitan untuk mengembangkan ide, agar seluruh &#8216;nilai-nilai&#8217; tersampaikan kepada anak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membangun Jiwa Anak dengan Dongeng by imam</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-27</link>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 09:06:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-27</guid>
		<description>Salam kenal Bunda Puang. Terimakasih atas kehadirannya di rumah saya ya. Semoga lain waktu mau mampir lagi di rumah ini ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal Bunda Puang. Terimakasih atas kehadirannya di rumah saya ya. Semoga lain waktu mau mampir lagi di rumah ini <img src='http://imam.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membangun Jiwa Anak dengan Dongeng by imam</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-26</link>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 09:04:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-26</guid>
		<description>Salam kenal Iermiko. 

Betul dongeng dapat mengasah imajinasi dan bahkan logika yang kuat. Karena itu dalam dongeng sebaiknya kita hindari 'alur yang lari', agar logika anak tidak meloncat-loncat.

Harapan saya dengan dongeng tersebut, alur berpikir anak terbangun baik. Karena alur pikir inilah yang akan membuatnya 'kuat' menghadapi kehidupan selanjutnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal Iermiko. </p>
<p>Betul dongeng dapat mengasah imajinasi dan bahkan logika yang kuat. Karena itu dalam dongeng sebaiknya kita hindari &#8216;alur yang lari&#8217;, agar logika anak tidak meloncat-loncat.</p>
<p>Harapan saya dengan dongeng tersebut, alur berpikir anak terbangun baik. Karena alur pikir inilah yang akan membuatnya &#8216;kuat&#8217; menghadapi kehidupan selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membangun Jiwa Anak dengan Dongeng by maskun</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-25</link>
		<dc:creator>maskun</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 07:32:20 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-25</guid>
		<description>kalau dongengnya kisah fiktif, apa sama saja tidak membohongi anak? mugkin bisa dicarikan kisah-kisah yang benar-0benar terjadi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau dongengnya kisah fiktif, apa sama saja tidak membohongi anak? mugkin bisa dicarikan kisah-kisah yang benar-0benar terjadi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membangun Jiwa Anak dengan Dongeng by puang</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-24</link>
		<dc:creator>puang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 06:11:15 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/12/membangun-jiwa-anak-dengan-dongeng/#comment-24</guid>
		<description>salam kenal dari bandung
thanks ilmunya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal dari bandung<br />
thanks ilmunya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Beramal Untuk Orang Lain by iqbal</title>
		<link>http://imam.blogdetik.com/2008/05/09/beramal-untuk-orang-lain/#comment-23</link>
		<dc:creator>iqbal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 01:54:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://imam.blogdetik.com/2008/05/09/beramal-untuk-orang-lain/#comment-23</guid>
		<description>trimakasih mas.....tulisan ini menjawab ketidak tahuan saya ttg persoalan diatas...sepertix inilah jawaban dr pertanyaan saya sebelumnya...Wass.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>trimakasih mas&#8230;..tulisan ini menjawab ketidak tahuan saya ttg persoalan diatas&#8230;sepertix inilah jawaban dr pertanyaan saya sebelumnya&#8230;Wass&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.134 seconds -->
