Sekitar bulan Oktober 2007 yang lalu seorang ibu yang biasa hadir dalam pengajian, menjenguk Hilmy. Ia bercerita tentang anaknya yang mengalami masalah rumah tangga dan diambang perceraian.
Saya tidak benar-benar cermat waktu mendengar keluhan ibu tersebut, namun yang saya tangkap bahwa ia sangat kecewa dan marah kepada mantu laki-lakinya yang tanpa ada apa-apa, tahu-tahu mengajukan perceraian melalui pengadilan agama. Ia juga kecewa kepada keluarga mantu yang terkesan tidak peduli dengan masalah keluarga yang terjadi.
Saat itu saya hanya bilang kepada beliau, untuk mengajak anaknya ke RS untuk berdiskusi dan menyelami masalah yang terjadi. Sayangnya karena kerepotan bolak-balik ke RS, saya juga tidak sempat lagi mengisi pengajian, sehingga tidak sempat bertemu dengan beliau. Read the rest of this entry »

Tanggal 6 Mei 2008 lalu, Bunda Hilmy pergi ke Makassar. Ia mengurus surat-surat kepindahan kepegawaiannya, dari UNM ke Universitas Padjadjaran. Walaupun Universitas Padjadjaran sudah menyatakan menerima dengan menerbitkan surat, namun nampaknya UNM belum bersedia melepaskan. Semoga Allah memberikan kelancaran.
Bicara tentang Makassar, saya dan Bunda Hilmy tidak bisa melupakan begitu saja. Delapan tahun disana, membuat saya merasa Makassar adalah rumah ketiga saya. Setelah Jakarta dan Bandung. Terlalu banyak kenangan dan pelajaran yang sayang jika dilupakan begitu saja. Read the rest of this entry »
Sahabat-sahabat.
Tiap manusia dalam hidup ini pasti punya masalah. Untuk menghadapi masalah-masalah hidup ini, Allah dalam surat Al–Fathihah, berkata: “Kepada Engkaulah kami mengabdi dan kepada Engkaulah kami minta tolong“. Permintaan tolong kepada-Nya inilah yang terangkum dalam doa. Dengan doa ini Allah Swt berharap seorang hamba terbiasa untuk menggantungkan urusan kepada-Nya semata.
Demikian pentingnya urusan berdoa ini, sampai-sampai Allah Swt berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu“.(QS Al-Mukmin:60)
Namun banyak orang terus menerus meminta, tanpa mengerti berbuat apa. Beberapa malah kecewa, karena merasa doanya tidak dikabulkan oleh Allah Swt. Marilah kita coba lihat ayat berikut:
“Aku mengabulkan mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaku maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. al-Baqarah :186)
Setiap orang mempunyai misi hidup. Misi hidup adalah tujuan individual manusia, sebagai apa dan untuk apa ia diciptakan oleh Allah Swt ke muka bumi ini.
Misi hidup ini sifatnya unik, berbeda satu dengan yang lainnya. Ia punya tujuan yang khas. Misi hidup ini telah ditentukan Allah Swt kepada tiap manusia, saat ia berusia 120 hari dalam kandungan sang Bunda. Namun saat lahir ke dunia ini, karena kita cenderung mengikuti keinginan-keinginan jasadiyah kita, maka misi hidup yang disematkan oleh Allah Swt ketiap jiwa menjadi terkubur ditutupi oleh tanah keinginan jasad. Karenanya kebanyakan manusia, tidak memahami untuk apa fungsi individualnya sehingga ia dilahirkan ke muka bumi. Read the rest of this entry »
Sahabat-sahabat.
Dulu zaman kuliah, saya sering mengalami ‘kekeringan ruhiyah’. Sebuah istilah yang di alamatkan untuk keadaan dimana hati terasa kering kerontang. Dan ternyata banyak teman-teman yang juga merasakan hal ini, padahal kami saat itu dalam semangat dakwah yang kuat, mengajak orang lain untuk berislam dengan lebih baik.
Keadaan ini tidak jarang menimpa diri saya. Namun saat itu saya lebih terarah untuk berusaha terus menerus mengobatinya, tanpa berpikir apa sebabnya. Shalat malam, qiraatul qur’an adalah obat-obat yang kami gunakan untuk mengobati keadaan tersebut. Read the rest of this entry »