May
09
Filed Under (Catatan) by Imam on 09-05-2008

keluarga-makassar.jpg

Tanggal 6 Mei 2008 lalu, Bunda Hilmy pergi ke Makassar. Ia mengurus surat-surat kepindahan kepegawaiannya, dari UNM ke Universitas Padjadjaran. Walaupun Universitas Padjadjaran sudah menyatakan menerima dengan menerbitkan surat, namun nampaknya UNM belum bersedia melepaskan. Semoga Allah memberikan kelancaran.

Bicara tentang Makassar, saya dan Bunda Hilmy tidak bisa melupakan begitu saja. Delapan tahun disana, membuat saya merasa Makassar adalah rumah ketiga saya. Setelah Jakarta dan Bandung. Terlalu banyak kenangan dan pelajaran yang sayang jika dilupakan begitu saja.

Di Makassar saya banyak bertemu dengan teman-teman yang haus mencari Allah, yang layaknya seperti saudara. Inilah sesungguhnya yang mengikat hati saya disana. Bukan Coto Makassar dan Konro yang saya gemari.

Awal di Makassar, saya bertemu dengan Mas Ilyas, Mbak Novi, Mbak Nila, dan Mas Aswinata. Kami berkenalan melalui milis sekitar tahun 1998, yang kemudian kawan-kawan tersebut berinisatif untuk mengadakan pengajian temu darat. Mereka meminta saya untuk mengisi kajian yang waktu itu pertama kali diadakan di rumah ibu kost saya, di Perumahan Pemda, belakang RS Luramay. Saya ingat persis Mbak Nila membawa saudaranya yang bernama Mbak Enny dan temannya Mas Jun. Saya juga masih ingat seberes pengajian Mbak Enny mengkonsultasikan ‘mimpi’-nya pada saya. Bismillah, saya mencoba menjawab.

Rupanya jawaban saya saat itu impresif bagi Mbak Enny. Ia rupanya sudah mencoba mengkonsultasikan kepada banyak orang, sebelum kepada saya. Rupanya mimpi ini sangat mengusik dirinya, karena ia pernah mengalami masa-masa sulit menghadapi persoalan spiritualitas yang panjang, bahkan sempat disangka mengalami gangguan jiwa, sehingga cuti dari kuliah selama beberapa semester.

Setelah itu pengajian diadakan di rumah Mbak Nila di Mapala. Mas Ilyas, Mbak Novi, Mbak Enny dan Mas Jun, sangat rajin hadir. Mungkin mereka tidak pernah absen menghadiri pengajian yang diadakan setiap Sabtu sore itu. Mas Aswin kadang berhalangan. Saya juga masih ingat saat itu Mbak Novi belum bisa membaca al-Quran. Dan Mbak Nila berperan besar membimbing Mbak Novi sampai akhirnya lancar membaca Al Quran.

Setahap demi setahap kajian mulai bubar. Mas Ilyas pindah ke Donggala lalu ke Samarinda, Mbak Nila pindah ke Jakarta dan Mbak Novi menikah lalu pindah ke Denpasar. Hanya tinggal Mbak Enny dan Mas Jun. Tapi karena kerepotan Mas Jun sebagai sarjana baru -sibuk cari pekerjaan-, membuatnya juga jarang hadir untuk diskusi.

Pengajian selanjutnya diselenggarakan di Masjid Telkom tiap ahad pagi. Lalu pindah ke rumah Pak Kardi di Faisal. Saat itu kami sering melakukan kajian setiap Sabtu sore. Tercatat Pak Kardi dan ibu, Mas Heriyanto, Pak Novizal dan ibu, Pak Leonardo datang ngaji. Bu Heri dan Pak Mohamad kadang-kadang saja datang. Begitu juga dengan Mbak Enny dan Mas Jun. Lalu entah tahu darimana Ibu-ibu dari Antang ikut datang mengaji. Bu Nur, Bu Berlian, Mbak Ros, dan Bu Yasni, kerap datang ke rumah Pak Kardi. Beberapa teman Remaja Masjid Al-Markaz juga datang, seperti Mas Syamsul, Erwin, Akbar dan Ihsan.

Semakin banyak peserta kajian akhirnya kami menyelenggarakan pengajian di ruang kelas Diklat PT Telkom. Pak Wiyono sebagai Kepala Kantor memberikan kesempatan untuk menyelenggarakan kajian di tempat tersebut. Dari sini saya banyak mengenal teman-teman baru, seperti Nasluddin, Rusmin, Jafar, Sultan, Bastian, Iqbal, Mas Yoyok, Mbak Lela dan beberapa yang lain.

Pergantian Kepala Kantor Diklat, menyebabkan kami tidak bisa menggunakan ruang kelas untuk kajian. Akhrinya kajian diselenggarakan di Kantor MSC Telkom dan Primagama. Saya mengenal banyak kawan selama kajian di MSC Telkom seperti Pak Bambang, Pak Salim, Pak Darmasyah, Pak Jusran dan Om Yudha. Di Primagama saya juga mengenal Om Junaedi Syam, Mbak Yati Yasir yang menikah dengan orang US, dan teman lainnya.

Banyak sekali pelajaran yang saya dapat di sana. Rasanya hati saya masih tertaut disana. Terimakasih Makassar!



Comments

   syamsul on 12 May, 2008 at 18:49 #

Salam….
Mas Imam hampir semua teman yang mas tulis sdh bergabung bersama yang terakhir om (orang makassar) Ikbal Husain bergabung Isra Miraj yang lalu.. kalau Erwin di Palembang kerja di LSM . Kalau akbar kabarnya akan Kembali ke makassar. Ihsan sekarang dipalopo mereka aktif di millis serambi masjid al markaz moderator-na om erwin. om2 yg lain tidak tahu dimana kabarnya. Mas.. makassar selalu tetap mengingatmu….. Ininnawa mitu denre sisappa, sipudoko, sirampe teppaja.
Hanya budi baik yang akan saling mencari, saling menjaga, dalam kenangan tanpa akhir.
(Pepatah Bugis)


   Jafar on 12 May, 2008 at 22:37 #

Salam.
Terima kasih banyak atas pengorbanannya selama ini u makassar khususnya saya pribadi.Saya terkadang terharu ketika mengingat masa-masa bersama Mas Imam di Perumahan Telkomas Bosowa. Ketika kami tinggal bersama mas Imam (bertiga dengan Om Nas) , belajar masak sayur ala Jawa, belajar etika makan, belajar komputer, belajar komunikasi, bikin Buletin Jum’at dll. Ini sebuah pelajaran yang sangat berharga yang selalu Jafar kenang. Ketika teman2 dipanggil dengan om-om seperti om Nas, om Rusmin, om Jun, om Jef dan om2 yang lain, seketika itu saya teringat kepada mas imam yang notabene sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan panggilan om2 tersebut walau kami bukan asli jawa.Begitupun kalo pagi2 kami sering jalan2 bareng mas Hilmy(selamat jalan Mas hilmy), Olivia diseputaran Kompleks Bosowa.Terima Kasih….Terima Kasih…Terima Kasi…kapan ya jalan2 ke Makassar lagi.
Wassalam.

Om Jef, Makassar


   imam on 12 May, 2008 at 22:44 #

Terimakasih Mas Syamsul dan Om Jef. Semoga Allah mengaitkan kita dalam persaudaran orang-orang mukmin.


   iqbal on 13 May, 2008 at 08:30 #

Assalamualaikum….mas coba juga nih numpang comment…. A;ahmdulillah berkat doa dan dorongan mas… sy telah diizinkan Allah mengikuti jalan ini..smoga senantiasa dikuatkan an ditautkan hati kita un. saling membantu dlm kejamahan ni..amin…bagi sy pribadi bxk kenangan yg tak akan sy lupakan…hari2 menapaki pencarian lewat kajian meski masih sering ngacir..- istilah mas imam lari-lari…
juga kesempatan menggunakan komputerx buat ketik skripsix..he…he…alhmdlillah da kelar peb kemarin…
sy sadar semuax mungkin tak mampu sy mbalasx…hxa doa yg aku sampekan semoga semua itu menjadi amal saleh buat mas & kel….amin…trimakasih…yg paling dalam dari saya….
kapan kemakassar mas….?kangen……


   imam on 13 May, 2008 at 16:15 #

Waalaikumussalam Om Iqbal. Semoga suatu waktu saya bisa jalan-jalan ke Makassar lagi.


   yoedha on 25 May, 2008 at 14:28 #

hehehe saya ingat waktu di makasar di tolak masuk bq….hisk..hiks..sedihnya btw saya bersyukur kenal mas imam yang memperkenalkan jalan pertaubatan salam buat keluarga


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments:
    Web blogdetik