Setiap orang mempunyai misi hidup. Misi hidup adalah tujuan individual manusia, sebagai apa dan untuk apa ia diciptakan oleh Allah Swt ke muka bumi ini.
Misi hidup ini sifatnya unik, berbeda satu dengan yang lainnya. Ia punya tujuan yang khas. Misi hidup ini telah ditentukan Allah Swt kepada tiap manusia, saat ia berusia 120 hari dalam kandungan sang Bunda. Namun saat lahir ke dunia ini, karena kita cenderung mengikuti keinginan-keinginan jasadiyah kita, maka misi hidup yang disematkan oleh Allah Swt ketiap jiwa menjadi terkubur ditutupi oleh tanah keinginan jasad. Karenanya kebanyakan manusia, tidak memahami untuk apa fungsi individualnya sehingga ia dilahirkan ke muka bumi.
“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan kejadiannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nuthfah. Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari). Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging selama itu pula. Kemudian diutus kepadanya seorang Malaikat maka ia meniupkan ruh kepadanya dan ditetapkan empat perkara, ditentukan rezkinya, ajalnya, amalnya, sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tiada illah selain Dia, sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli Surga sehingga tidak ada di antara dia dan Surga melainkan hanya tinggal sehasta, maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka sehingga ia memasukinya. Dan sungguh salah seorang di antara kalian ada yang beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada antara dia dan neraka melainkan hanya tinggal sehasta. Maka telah mendahuluinya ketetapan takdir, lalu ia beramal dengan amalan ahli Surga sehingga ia memasukinya.” (HR. Bukhari 6/303 -Fathul Bari dan Muslim 2643, shahih)
Rasulullah saw. ditanya: Wahai Rasulullah! Apakah sudah diketahui orang yang akan menjadi penghuni surga dan orang yang akan menjadi penghuni neraka? Rasulullah saw. menjawab: Ya. Kemudian beliau ditanya lagi: Jadi untuk apa orang-orang harus beramal? Rasulullah saw. menjawab: Setiap orang akan dimudahkan untuk melakukan apa yang telah menjadi takdirnya. (Shahih Muslim No.4789)
Gambaran misi hidup yang mudah adalah seperti sebuah tim sepak bola. Ada kiper, bek, gelandang dan penyerang. Mereka punya fungsi-fungsi yang khas. Bahkan untuk gelandang pun secara unik dibedakan antara gelandang bertahan, sayap kanan dan kiri, serta gelandang menyerang. Tidak mungkin dalam sebuah tim sepakbola, semua personil menjadi kiper. Atau karena ingin menciptakan gol semua ingin menjadi penyerang. Misi hidup dapat digambarkan sebagai fungsi-fungsi unik dari tiap personil tersebut.
Kita tidak dapat mengatakan bahwa penyerang (striker) lebih mulia dari pada gelandang, atau kiper lebih bermanfaat daripada pemain belakang (bek). Semua punya perannya masing-masing. Sehebat apapun seorang striker, apabila ia tidak pernah mendapat umpan dari gelandang, maka ia tidak akan pernah dapat membobolkan gawang lawan. Demikian pula seorang kiper, mungkin tidak akan dapat mengawal gawangnya dengan bersih apabila tidak didukung oleh bek yang tangguh.
Kesadaran yang kuat tentang gagasan misi hidup ini akan mencegah seseorang dari kesombongan. Kesadaran yang utuh tentang gagasan misi hidup in akan menyebabkan orang enggan memperebutkan kekuasaan.
Ass…Wr..Wb…
salam kangen buerat untuk mas imam….
slamat atas bl0kx yg baru…smoga menjadi cermin yg besar, bahan renungan, mjadi samudra ilmu_hikmah yg tanpa batas buat diriku yg terpuruk ini…. sy baru trpahami mgapa slama ini sy suka bola…. ternyata Allah ingin membuka ilmu ttg ‘misi hidup’ buat saya lewat hobbi tsb….duh Gusti…sungguh arif cara yg Engkau pilihkn…..
lewat comment ini sy sampekn permohonan maaf sy krna baru skarang menyapa mas imam…pangling aku….tak tau diri pula…..maaaaaaafffffff….
Salam Om Iqbal. Senang mendapatkan kunjungan dari Om Iqbal. Semoga kita semakin mampu menyusun gambaran tugas hidup kita.