Mar
31
Filed Under (Ma Femeli) by Imam on 31-03-2007

Beberapa waktu ini Hilmy mengeluh penglihatannya tidak jelas. Ia kadang memicingkan mata atau kadang membelalakannya untuk melihat sesuatu. Kalau ditanya, ia mengatakan antara mata kiri dan kanannya, pandangannya tidak nyambung. Yang kanan lebih masuk ke dalam daripada yang kiri.

Istri sempat memeriksa dengan meminta Hilmy melihat tangannya yang diletakkan di atas kepada Hilmy. Istri saya sempat curiga karena respon bola mata malah ke bawah, berbentuk seperti “sun set“, mata yang biasanya terjadi pada anak Hydrocepalus.

Saya meminta istri saya untuk memeriksakan mata Hilmy ke dokter spesialis mata. Siapa tahu ada masalah, sehingga mengganggu penglihatannya. Istri saya membawa Hilmy ke RS Borromeus, Bandung. Sang dokter memeriksa. Walaupun sudah disampaikan oleh istri saya bahwa ada indikasi “sun set“, namun dokter bersikukuh bahwa Hilmy hanya minus. Dokter mengatakan mata kiri Hilmy minus 0,5. 

Tanggal 27 Maret 2007 saya ada tugas ke Jakarta untuk mengikuti seminar Forum BUMN. Di ITC Cempaka Mas istri saya memesankan kaca mata untuk Hilmy. Kaca mata ber frame abu-abu dengan motif berwarna jingga, terlihat trendy.

Pulang dari Jakarta, saya berikan kaca mata tersebut kepada Hilmy. Ia mencoba menggunakannya, namun kadang masih mengeluh pusing. Memang tidak selalu pusing. Saya mengatakan kepada Hilmy mungkin masih dalam masa penyesuaian sehingga masih pusing.

Hari Ahad, sepupu Hilmy, Abdullah main ke rumah. Hilmy sangat senang main dengan Abdullah yang usianya 2 tahun lebih muda dari Hilmy. Saat itu kami akan menghadiri pernikahan Om Hendra Wijaya. Namun Hilmy memilih bermain bola di lapangan bersama Abdullah. Hilmy menggunakan kaos Arsenal yang saya belikan saat ulang tahunnya Februari lalu. Ia nampak sehat dan bergembira.



Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments:
    Web blogdetik