Mar
11
Filed Under (Kajian) by Imam on 11-03-2007

hati-rusak2.jpgSetiap manusia lahir ke dunia ini dalam keadaan suci bersih. Tiada seorang pun lahir membawa dosa warisan dari orang tuanya, walaupun ia adalah seorang anak yang terlahir dari orang tua yang hidup dalam lembah kemaksiatan.

Dengan modal inilah seseorang berniaga di kehidupan dunia ini. Dalam perniagaannya, sebahagian besar manusia dalam keadaan merugi. Sedikit sekali orang yang kembali kepada modal dasarnya apalagi beruntung.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan nasehat menasehati dengan al-Haqq dan nasihat menasihati dengan ash-Shabr. (QS. 103:2-3)

Orang-orang yang merugi adalah orang-orang yang hatinya mengalami proses pengotoran, sehingga hatinya yang awalnya suci bersih mengalami degradasi. Hal ini dikarenakan tertutup oleh noda-noda dosa. Noda-noda yang menutupi hati adalah bekas-bekas dari apa yang dilakukannya.

Adapun bekas-bekas perbuatan yang terpuji akan menyebabkan hati menjadi suci bersih, cemerlangnya hati, bersinar dengan terang, sehingga kebenaran akan demikian nyata baginya dan hakikat urusan Agama terbuka baginya. Hati seperti inilah, yang diisyaratkan Nabi Saw:

Apabila dikehendaki oleh Allah kebajikan pada seorang hamba, niscaya dijadikanNya orang itu memperoleh pelajaran dari qalb-nya. (HR Abu Manshur Ad-Dailamy, dari Ummu Salmah. Isnad baik)

Adapun bekas-bekas perbuatan manusia yang tercela, adalah seperti asap yang menggelapkan kaca hati, dan akan semakin bertambah tebal. Sehingga hati itu menjadi semakin hitam dan gelap. Dan secara keseluruhan, hati itu tertutup karat, terdinding (terhijab) dengan Allah Swt.

Jangan berpikir begitu! Bahkan apa yang telah mereka kerjakan itu, menjadi karat pada hati mereka. (QS. 83:14)

Manakala dosa itu telah berlapis-lapis, maka butalah hati dari mengetahui kebenaran dan hakikat Agama. Dan jadilah cita-citanya terbatas kepada dunia saja.

 proses-pengotoran-hati.gif

GAMBAR. Proses Tertutupnya Hati

Inilah kehitaman hati yang disebabkan karena dosa yang menutupinya. Sebagaimana dituturkan oleh Al-Qur-an dan Sunnah. Maimun bin Mahran berkata:

“Apabila seorang hamba Allah berdosa dengan sesuatu dosa, maka menitiklah pada hatinya suatu titik hitam. Maka apabila ia mencabut dirinya dari dosa itu dan bertaubat, maka hati itu bersih kembali. Dan kalau ia kembali lagi, niscaya ditambahkan pada titik hitam itu, sehingga hatinya kotor. Maka itulah yang dinamakan karat.”

Proses ini terjadi bertahun-tahun tanpa disadari. Kita tidak sadar bahwa selama 20-an tahun, bahkan 40-an atau 60-an tahun terjadi proses pengotoran hati kita. Tidak terbayangkan sudah seperti apa kelam dan kerasnya hati kita sekarang?



Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments:
    Web blogdetik